Tujuh Jam untuk Tujuh Tempat Wisata di Imogiri

Hari minggu, hari libur. Sayangnya, kami –Saya dan Ika– hanya punya tujuh jam untuk mengunjungi beberapa tempat wisata sebelum salah satu di antara kami harus kembali ke rutinitas yang tak lazim, mencari nafkah di hari libur.

Sesuai rencana awal, kami akan mengunjungi beberapa tempat wisata di Imogiri. Ada banyak tempat bagus di sana, baik yang baru dikembangkan atau sudah lama jadi langganan. Lokasinya pun saling berdekatan, tak perlu banyak waktu untuk berpindah dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya.

Beberapa foto hasil pencarian di Instagram menampakkan kabut cantik di pagi hari sejajar dengan perbukitan di Imogiri. Maka dari itu, kami harus sudah berada di beberapa lokasi sebelum matahari mulai meninggi. Ingat rumus dalam fotografi: foto terbaik dihasilkan saat pagi hari dan sore hari menjelang tenggelamnya matahari.

Sebagai info, tempat wisata berikut tidak termasuk Kebun Buah Mangunan, Bukit Panguk, Watu Gajah, Hutan Pinus Imogiri, Puncak Becici, dan Watu Mabur.

Jurang Tembelan

Tak jauh dari Kebun Buah Mangunan, tersebutlah sebuah wisata baru, Jurang Tembelan namanya. Menawarkan pemandangan yang tak berbeda jauh yang berupa perbukitan, serta sungai Oyo lengkap dengan Jembatan Selopamioro yang nampak kecil dari kejauhan.

Spot paling menarik di Jurang Tembelan

Tak ada biaya khusus untuk masuk ke Jurang Tembelan. Satu-satunya biaya yang akan kamu keluarkan jika berkunjung ke sana adalah biaya parkir.

Ada banyak spot yang bagus buat foto sebenarnya. Namun tak dapat dipungkiri kalau gardu pandang berbentuk perahu ini lebih banyak diminati dan bagus dijadikan latar.

Bukit Mojo

Turun lebih jauh mengarahkan kendaraan menuju Bukit Panguk, kami berencana mengunjungi Bukit Moko.

Kamu ga pernah ada waktu buat aku!

Bukit ini sebenarnya sudah lama ada, hanya saja jarang diekspos para wisatawan. Terlebih, baru beberapa bulan ini pengelola memasang papan penunjuk ke tempat wisata tersebut. Jangan salah, papan penunjuk ini punya fungsi yang sangat besar, membuat wisatawan penasaran untuk mendatanginya.

Serupa dengan beberapa tempat wisata di Imogiri yang menawarkan pemandangan berupa perbukitan, sungai, komplit dengan gardu pandangnya.

Hutan Pinus Asri

Sudah pada tau kan Hutan Pinus Nganjir? Itu loh yang biasa disebut sebagai Hutan Pinus Imogiri. Kini, Hutan Pinus Nganjir –yang selalu ramai di hari libur– bukan satu-satunya hutan pinus yang ada di Imogiri. Berada di lokasi yang sangat berdekatan, terdapat sebuah hutan pinus serupa lain yang bernama Asri.

Hutan Pinus Asri

Mau namanya berbeda, kalau sama-sama hutan pinus, pasti pemandangan yang ditawarkan juga tak jauh berbeda. Tinggal pintar-pintarnya pengelola saja untuk menambahkan spot menarik untuk wisatawan.

Oh ya, di Hutan Pinus Asri tersedia penyewaan hammock bagi yang ingin fotonya tambah kece.

Bukit Lintang Sewu

Berbeda dengan Nganjir dan Asri yang berbasis hutan pinus, Lintang Sewu ditumbuhi pohon kayu yang kulitnya berwarna putih lembut.

Seperti yang ada di Hutan Pinus Asri

Ada dua spot yang menarik di sini, rumah pohon yang cukup tinggi, serta alas bebatuan membentuk bintang. Entah kenapa kedua spot ini diletakkan dalam posisi berdekatan. Dugaan saya, rumah pohon –atau gardu pandang?– tersebut sebagai tempat untuk pengambilan foto yang mana spot satunya merupakan objek foto. Setelah saya coba-coba denganberbagai angle, ternyata hasilnya kurang memuaskan, posisinya kurang pas.

Bagi kamu yang kurang suka dengan ketinggan, saran saya, tak usahlah menaiki tangga –seperti gambar di bawah– pohon pandang tersebut. Semakin tinggi, kamu akan merasakan ngerinya suara gesekan dan goyangan pohon ketika diterpa angin.

Pohon pandang

Tak jauh dari Lintang Sewu, terdapat sebuah wisata dengan nama Sribu Batu Songgo Langit. Tak ada penjaga pada saat hari H, pun begitu, kami tak sempat eksplor lebih jauh di sana. Oleh karenanya, Lintang Sewu tak kami masukkan ke dalam daftar wisata dalam tulisan ini.

Songgo Langit
Sribu Batu Songgo Langit

Selengkapnya mengenai Sribu Batu SOnggo Langit: s.id/ehr.

Hutan Pinus Pengger

Masih tak beda jauh dengan dua hutan pinus di atas. Hutan Pinus Pengger namanya. Tak banyak yang bisa saya ceritakan karena memang karakteristiknya sama.

Tangga di Hutan Pinus Pengger

Satu spot yang saya suka di Hutan Pinus Pengger adalah batu di pinggir jurang –seperti gambar di bawah– dengan pemandangan kota Jogja seluas 180 derajat. Tersedia tangga besi untuk memanjatnya.

Yang terbaik dari Hutan Pinus Pengger

Watu Amben

Setelah puas berfoto di area Pinus Pengger, kendaraan melaju menuju Jalan Yogya-Wonosari.

Di sepanjang Jalan Pleret-Pathuk, kita bakal menemui beberapa batu besar persis di sebelah utara jalan raya. Itulah yang disebut Watu (Bahasa Jawa: Batu) Amben.

Di sekitar Taman Watu Amben berdiri beberapa warung panggung dengan pemandangan langsung ke arah Kota Jogja. Bisa dijadikan sebagai rest area keluarga sekaligus tempat piknik.

Posisinya yang terletak di pinggiran jurang dengan beberapa warung, mengingatkan saya akan tempat dengan model serupa, Bukit Bintang, yang lokasinya tak jauh dari sana.

Jurang Jero

Mendekati Jalan Yogya-Wonosari, ada satu buah tempat wisata yang papan penunjuknya berada persis di tikungan jalan. Papan penunjuk ini seringkali terabaikan oleh wisatawan karena posisinya yang kurang eye catching.

Jurang Jero

Tak banyak yang bisa saya ceritakan di tempat ini, siang menyengat serta lelah menerpa, membuat kami mengurungkan niat untuk eksplorasi lebih jauh ke ujung sana. Ujung di mana yang katanya terdapat gardu pandang untuk melihat pemandangan –yang lagi-lagi– tak berbeda jauh dengan tempat wisata sebelumnya.

Mungkin, kamukah yang akan menambahkan resensi tempat wisata Jurang Jero?


Jika dirata-rata, tujuh tempat wisata tersebut dihabiskan selama satu jam untuk setiap tempatnya. Kenyataannya tak begitu. Ada beberapa tempat yang hanya kami kunjungi selama tiga puluh menit atau kurang. Ada beberapa di antara yang lebih lama durasinya, seperti Jurang Tembelan misalnya.

Jika berencana untuk berwisata ke Imogiri, ada baiknya untuk menyiapkan waktu seharian di sana. Semakin banyak waktu, semakin banyak pula tempat wisata yang dapat dikunjungi. Terlebih, agenda jalan-jalan kamu tidak terkesan terburu-buru seperti yang kami alami. 😀

Yugo Dedy Purwanto

<p>Web Programmer and traveler. Penulis blog pribadi dalam hal berbagi pengalaman menjelajahi seluk beluk Nusantara.</p>
<p>Hobi foto dan jalan-jalan.</p>

5 Comments

  1. Itu smua dlm waktu 7 jam? warbiyasaakkkk! pakai baling2 bambu atau pintu kmana saja pindah tempatnya? 😀

    1. Itu tempatnya deket-deket, dari satu tempat ke tempat lainnya paling cuma 15 menit. 😀

  2. mangunan nampaknya semakin hit ini, banyak spot foto macam gardu pandang bermunculan bukan hanya kebun buah dan pinus nya saja 😀

  3. Itu perahu jurang tembelan lagi ngehitss banget di IG

    1. Banget. Padahal viewnya ga jauh beda dengan tempat wisata di sekitar. Karena gardu pandangnya aja yang unik ya. 😀

Tinggalkan Komentar