Taman Sungai Mudal

Jangan Biarkan Air di Taman Sungai Mudal Menganggur!

Sebagai wilayah yang terletak di Daerah Aliran Sungai (DAS), maka sudah barang tentu wisata di Kulon Progo didominasi oleh tempat yang mengandung air, seperti air terjun dan waduk misalnya. Tak hanya tersedia wisata dataran tinggi seperti Kalibiru atau perbukitan, tempat wisata air ini memberikan ragam pilihan bagi wisatawan.

Sebagai penikmat air yang baru bisa berenang, maka kesempatan untuk berwisata ke Taman Sungai Mudal atau yang biasa disingkat TSM tak bisa saya tolak. Pertimbangan untuk menerima ajakan tersebut sederhana, musim hujan mulai tiba, itu artinya debit air cukup banyak walau tidak terlalu deras. Musim panas juga masih mendominasi yang membuat air lebih tenang, sehingga lumut-lumut bertumbuhan memberikan efek air yang lebih hijau. Dan paling penting, saya sudah lama tidak berenang, badan rasanya begitu gerah karena jarang sekali bercebur di perairan, bahkan sekadar kolam renang umum.

Menuju Lokasi Taman Sungai Mudal

Tergantung dari mana kita berangkat, umumnya butuh waktu sekitar satu sampai dua jam dari Jogjakarta menuju Taman Sungai Mudal di Kulon Progo. Letak persisnya sendiri Banyuganti, Jatimulyo, Girimulyo Kulon Progo. Jika kamu bertanya patokannya, akan sangat susah bagi saya yang tidak hafal jalan untuk menjelaskannya. Namun, jika kamu berniat untuk diantarkan ke sana, saya bisa mengantar ke tempat tujuan tanpa tersasar.

Menjadi kabupaten yang sadar wisata, membuat Kulon Progo untuk selalu bersiap diri agar mudah dikunjungi. Ada banyak penunjuk jalan yang tersebar hampir di setiap persimpangan. Tak hanya penunjuk arah jalan, tapi juga penunjuk lokasi wisata. Jadi, hampir dipastikan kamu tidak akan tersasar ketika menuju tempat wisata di Kulon Progo, khususnya Taman Sungai Mudal.

Dan, ayolah, berjalan-jalan di era teknologi seperti saat ini saya rasa tidak begitu susah dengan memanfaatkan penunjuk jalan seperti Google Maps atau Waze. Cukup klik peta di atas, maka kamu akan diarahkan untuk menuju lokasi.

Sejarah Singkat

Bermula dari kegiatan dan kebiasaan warga sekitar untuk membersihkan sungai dan mata air, maka terbentuklah sungai yang bersih. Semenjak bertambah bersih dan ketiadaan sampah di lokasi tersebut, maka muncul lah keinginan oleh tokoh masyarakat sekitar untuk menjadikannya sebagai tempat wisata berupa taman sungai. Tujuannya ialah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian alam di sekitar sungai.

“Awal mulanya lokasi wisata ini terbentuk karena dulu masyarakat sekitar rutin mengadakan gotong royong untuk membersihkan sungai dan mata air di sekitar wilayah ini,” ujar Anom.

Karena berawal dari kebersihan, maka jangan heran kalau beberapa peringatan di Taman Sungai Mudal lebih menekankan untuk menjaga kebersihan. Apabila kamu ketahuan melanggar dengan membuang sampah sembarangan, maka akan didenda sebesar Rp.20.000.

Kesan Pertama dan Apa yang Menarik di Dalamnya

Untuk Informasi sekilas, pintu masuk Taman Sungai Mudal terdapat dua buah. Yaitu pintu selatan dan pintu utara. Saya sendiri datang dari pintu selatan karena mengikuti papan penunjuk jalan alternatif menuju ekowisata tersebut.

Sebelum memasuki gerbang pintu selatan, kita diharuskan untuk memarkir kendaraan yang jauhnya kurang lebih 200 meter dari pintu masuk. Lokasi parkir kendaraan yang cukup jauh ini merupakan imbas kurangnya lahan luas di areal pintu masuk. Berjalan kaki dari area parkir menuju pintu gerbang selatan tidaklah terlalu berat karena medan jalannya yang menurun.

Taman Sungai Mudal
Selamat datang di Taman Sungai Mudal!

Ketika memasuki Taman Sungai Mudal melalui selatan, maka kamu akan mendapati sebuah jembatan yang di bagian bawah sebelah kanan jembatan, terdapat kolam dengan kedalaman sekitar 1,5 meter.

Kolam tersebut sengaja dibentuk dengan membendung sebagian aliran airnya dari sumber mata air. Kolam ini didesain agar dapat digunakan berenang oleh orang dewasa maupun anak-anak. Di sekitar kolam juga disediakan ban yang difungsikan sebagai pelampung. Ban-ban ini dapat kita gunakan sepuasnya dengan membayar seikhlasnya.

Gazebo
Gazebo di Taman Sungai Mudal

Masuk lebih ke dalam melewati jembatan, kita bakal mendapati beberapa fasilitas seperti gazebo. Di gazebo tersebut terdapat beberapa fasilitas seperti charging station dan air minum. Dan paling penting, menyadari kebutuhan akan penggunaan internet saat ini, Taman Sungai Mudal juga menyediakan wi-fi yang bisa digunakan dengan gratis.

Gazebo adalah bangunan kecil yang dirancang khusus, biasanya dibangun di lokasi yang memiliki pemandangan yang indah.

Selain kolam yang saya sebutkan tadi, juga terdapat wahana luncur gantung (flying fox) di Taman Sungai Mudal. Ketika saya berkunjung ke sana, wahana ini nampak tidak diaktifkan. Mungkin saja, digunakan hanya ketika akhir pekan atau libur nasional saat pengunjung membludak.

Di sekitar luncung gantung, terdapat lahan yang cukup luas. Lahan tersebut dapat digunakan untuk memasang tenda yang merupakan bagian dari fasilitas Taman Sungai Mudal.

Taman Sungai Mudal
Kanan jembatan merupakan kolam, kiri jembatan menuju kolam yang lain

Kembali ke jembatan pertama yang dilewati. Di sisi kiri jembatan tersebut (jika berjalan dari pintu masuk), maka akan kita lihat sebuah jalan menurun berbahan cor-coran semen. Jalan ini menurun ini beringingan dengan aliran sungai di sebelahnya. Oleh pengelola Taman Sungai Mudal, ini disebut susur sungai. Di beberapa bagian sisi jalan, terdapat air terjun yang jika dibandingkan dengan air terjun lainnya di Kulon Progo, posisinya tidaklah terlalu tinggi, tapi cukup segar untuk dinikmati.

Sampai pada titik terendah area Ekowisata Taman Sungai Mudal, kita akan melihat lagi sebuah kolam. Bedanya dengan kolam sebelumnya, kolam yang satu ini jauh lebih dalam, sekitar 2 meter. Tentunya kolam ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak. Selain itu, ada sensasi tersendiri ketika berenang di kolam ini, karena ada banyak berudu yang menemani.

Kolam Taman Sungai Mudal
Kolam dengan kedalaman dua meter

Sama seperti kolam sebelumnya, kolam di atas juga dibuat sedemkian rupa dengan cara membendung aliran air sungainya. Kedalamannya bisa jadi diatur juga agar memberikan pengalaman lain dibanding kola sebelumnya.

Hal yang paling disayangkan adalah, saya tak sempat bercebur ke kolam dalam tersebut karena cukup geli ketika harus berenang beriringan dengan berudu-berudu yang ukurannya sudah tak kecil lagi.

Dari kolam yang dalam tersebut, seandainya kamu melanjutkan perjalanan ke arah berlawanan dari jalan pulang, dipastikan kamu akan melewati pintu masuk lainnya, pintu masuk utara.

Kolam Taman Sungai Mudal
Ciblon!

Puas menjelajah sekitar dengan menikmati kelestarian alamnya, beberapa jam sebelum saya pulang dihabiskan untuk berenang di kolam bagian atas. Permukaan kolamnya yang tak terlalu luas tak menjadikan kita nyaman untuk bolak-balik berenang dari satu sisi ke sisi lainnya. Oleh karenanya, menikmati air dengan mengapung menggunakan ban bakal lebih asik pikir saya.

Terakhir, setelah berpuas diri mandi di kolam, jangan lupa untuk menghangatkan badan dengan segelas teh air panas dan mengisi perut (yang mulai kosong) dengan semangkuk mie ayam di warung lokal sekitar Taman Sungai Mudal. Dengan berbelanja di warung lokal, kita turut serta memberikan dampak langsung kemajuan ekonomi untuk warga sekitar.

Yugo Dedy Purwanto

<p>Web Programmer and traveler. Penulis blog pribadi dalam hal berbagi pengalaman menjelajahi seluk beluk Nusantara.</p>
<p>Hobi foto dan jalan-jalan.</p>

13 Comments

  1. Airnya bikin malas mandiku luntur. Etapi mbayangin ke sana nya kok jauh uga yaa.
    *pejalan malas

    1. Dekeeet, ga sampe 2 jam 😛

  2. segerrrrr… sayang jauh sob

    1. Kapan-kapan om kalo ke Jogja atau Kulon Progo. 😀

  3. kayaknya ke sini kudu pake transportasi pribadi ya mas.

    1. Iya Koh, ke mana-mana kalo di Jogja harus pakai kendaraan pribadi.

  4. Tempat sekece ini dan air yang sesegar itu dengan kondisi yang lagi agak sepi. Sughoi!

    1. Pokoknya, jangan biarkan air menganggur!

  5. Hihi, sepanjang sudah ada di Google Maps sih tidak jadi masalah, Mas. Paling-paling problemnya hanya jalan yang ditunjukkan ternyata tidak sesuai dengan perkiraan semula, haha. Kalau sudah begitu ujung-ujungnya tetap tanya penduduk sekitar sih, hehe. Bagus Mas tempat wisatanya, airnya jernih banget ya, makanya warnanya bisa seperti itu. Mudah-mudahan saya bisa mampir ke sana kalau ke Yogya nanti, hehe. Terima kasih info dan rekomendasinya.

    1. Betul Mas, Google Maps sudah sangat mendukung lokasi wisata. Ga bakal nyasar kalo pake penunjuk arah, palint jatuhnya muter. hahaha

      Dan lagi, di Kulon Progo arah wisata sudah cukup jelas, jadi ga mungkin salah arah juga. 🙂

      1. Siap, Mas. Jadi tenang kalau petunjuk sudah lengkap. Kemungkinan tersasar jadi sedikit, hehe.

  6. Sepertinya ini salah satu tempat menarik buat dikunjungi di akhir pekan, aku baru tahu ada lokasi ini, dan tempatnya juga sepertinya tidak terlalu ramai, kadang kalo main di kolam yg terlalu banyak orangnya rasanya gimana gt wkwkw

    1. Kalau akhir pekan atau libur nasional pasti ramai. Amannya pas hari kerja ke sananya. 😀

Tinggalkan Komentar