Posong, Wisata Alam Lembah Gunung Sindoro

Bajalanan.comPosong, Wisata Alam Lembah Gunung Sindoro.
Jika kita melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “wisata alam di Temanggung“, maka mesin pencari tersebut merekomendasikan sekurang-kurangnya tiga puluh destinasi. Jangan salah, walau kota Temanggung kurang familier dibanding dengan kota wisata lainnya, tapi kota tembakau ini punya tempat wisata yang beragam, mulai dari wisata lembah/lereng gunung, embung, pemandian, air terjun, sampai dengan candi.

Beberapa waktu lalu, saya bersama Hijab Traveler berkesempatan mengunjungi kota Temanggung. Tujuan utamanya dalam rangkah silaturahmi, sekaligus jalan-jalan. Karena keterbatasan waktu, maka kami diharuskan untuk memilih satu dari sekian banyak destinasi apik di sana. Dari sekian banyak daftar tersebut, terpilihlah Posong sebagai tujuan utama sebelum akhirnya harus kembali ke Yogyakarta. Terpilihnya Posong semata-mata karena tempat tersebut mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan, tak lebih dari itu. 😀

Walau Posong merupakan salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise, kami tidak berencana mengejar matahari terbit di sana. Oleh karenanya, kami berangkat pagi hari ketika matahari sudah meninggi, menggunakan kendaraan roda dua dari Jalan Raya Kedu menuju Jalan Raya Parakan Wonosobo. Saya hampir mengurungkan niat menuju Posong, karena hampir sepanjang perjalanan diselimuti oleh kabut tebal.

Beruntung, setibanya di Jalan Raya Parakan (mendekati gerbang Posong), kabut mulai menghilang. Selain kabut yang menghilang, saya juga mendapati bonus berupa pemandangan gunung Sindoro dan Sumbing yang dipisahkan oleh jalan raya.

Gunung Sindoro
Gunung Sindoro dari kejauhan

Jika dilihat melalui Google Maps, jalur menuju Posong tidaklah begitu jelas arahnya. Seandainya memaksakan diri mengikuti jalur sesuai petunjuk Google Maps, bisa-bisa kamu bakal tersesat. Tapi, tenangkan hati, selama berada pada jalur Jalan Raya Parakan Wonosobo, dipastikan kamu tidak akan salah arah menujunya.

Jika bertolak dari Temanggung menuju arah Wonosobo, maka gerbang masuk Posong berada di sisi kanan jalan apabila sudah memasuki desa Tlahab, pun begitu sebaliknya. Bisa dipastikan kamu tidak akan kelewatan, karena gerbangnya sendiri cukup mudah dilihat dan selalu ada petugas yang berjaga untuk mengalihkan perhatian kamu untuk melewati gerbang tersebut.

Dari gerbang masuk Posong, kamu diharuskan lagi naik menuju lembah Gunung Sindoro sejauh 3,5 kilometer. Jalannya berupa bebatuan susun dan menanjak, melewati beberapa kebun kopi dan tembakau milik warga.

Kontur jalan menuju lembah Sindoro
Kontur jalan menuju lembah Sindoro

Saat kami berkunjung ke Posong, suasanya sudah cukup ramai. Maklum, hari itu merupakan hari terakhir libur panjang lebaran sekaligus arus mudik balik. Banyak pemudik yang berpulang ke ibukota melalui Temanggung. Nah, Posong ini dijadikan tempat singgah bagi pemudik tersebut. Saking ramainya, beberapa mobil tidak bisa naik ke atas karena parkirannya penuh. Alhasil, pengunjung diharuskan menggunakan jasa ojek yang ada di sekitar pintu masuk atau, alternatif lainnya, berjalan kaki melewati perkebunan warga.

Posong dipadati pengunjung
Posong dipadati pengunjung

Di tiket masuk, harga resminya adalah Rp.7.000 per orang. Adapun total yang harus kami bayar untuk dua orang dan parkir sepeda motor adalah sebesar Rp.17.000, lebih besar dari harga normal. Ah, seperti biasa, memanfaatkan momen liburan pikiran saya.

Gardu Pandang

Area Wisata Alam Posong bisa dibilang luas. Parkirannya memadai (walau beberapa waktu bisa saja penuh), ada banyak warung & kedai di sekitar tempat wisata, banyak spot menarik, serta tersedianya beberapa gardu pandang. Itu belum ditambah dengan areal baru dengan nama Taman Bunga.

Gardu pandang memang menjadi daya tarik tempat wisata dengan latar alam belakangan ini. Fungsinya tentu saja untuk pemandangan areal yang lebih luas. Selain untuk menyegarkan mata, gardu pandang juga punya peranan penting untuk menghasilkan foto yang lebih baik.

Suvenir unik di Posong
Suvenir unik di Posong

Ada beberapa jenis gardu pandang yang bisa kamu gunakan secara gratis. Mulai dari bentuknya berupa panggung yang bisa digunakan untuk beramai-ramai, ada juga yang berupa rumah pohon dengan kapastias maksimal tiga orang. Beberapa gardu pandang lain tersedia di Taman Bunga dengan biaya tambahan.

Taman Bunga

Untuk masuk ke Taman Bunga, kamu dikenakan biaya tambahan sebesar Rp.10.000 per orang. Awalnya, saya mengira dalamnya benar-benar taman dan hiasan bunga layaknya Selecta yang ada di Malang. Saya sempat kecewa karena tamannya sendiri tidak seramai ekspektasi saya. Mungkin masih dalam pembenahan, pikir saya.

Taman Bunga
Taman Bunga

Walau Taman Bunga tidak seramai sesuai harapan saya, tapi di area ini punya banyak spot yang cukup unik untuk sekadar di pos ke Instagram. Beberapa di antaranya adalah becak mini, gardu pandang, dan oh hei, di Taman Bunga juga terdapat luncur gantung (flying fox) dengan biaya sebesar Rp.15.000 per orang. Jalur luncur gantungnya memang tidak terlalu panjang, bagi beberapa orang kurang menantang, tapi cukup lah ya buat asik-asikan! 😀

Luncur Gantung
Luncur Gantung

Selain untuk rekreasi keluarga, Taman Bunga juga cocok sebagai tempat diadakannya mancakrida (outbond) bersama tim kerja atau keluarga.

 

***

Berada di elevasi 2.000 meter di atas permukaan laut, menjadikan hawa di Posong begitu dingin. Bagi kamu yang berencana ke sana, pastikan pakaian penghangat badan sudah siap digunakan agar tidak menggigil kedinginan.

Sembari menikmati pemandangan dari tujuh puncak gunung di Jawa Tengah: Sumbing, Sindoro, Merbabu, Merapi, Telomoyo, Andong, Ungaran, dan Muria, cicipi juga hangatnya tempe goreng dan segelas kopi panas untuk menambah syahdu suasana. Lebih indah lagi jika berada sana subuh hari sambil menunggu matahari yang indah untuk perlahan terbit.

3 thoughts on “Posong, Wisata Alam Lembah Gunung Sindoro

  1. Aku gagal main kesini padahal udah sampai gapura menuju Posong. Gagal karena mendung dan udah sorean. Aku udah menduga bakalan untuk foto landscape sangat bagus..

Tinggalkan Komentar