Mencicipi Menu Baru di Nglathak: Nasi Goreng Kambing

Bajalanan.comMencicipi Menu Baru di Nglathak: Nasi Goreng Kambing.
Dalam rangka halalbihalal menyambut bulan Syawal, pemilik Warung Nglathak, Mas To, mengundang para bloger yang tergabung dalam Komunitas Blogger Jogja untuk makan bersama. Selain untuk mempererat tali silaturahmi, pertemuan tersebut juga bertujuan untuk mengenalkan menu baru yang akan dipasarkan untuk khalayak umum. Kebetulan, para bloger didaulat untuk menjadi kelinci percobaan orang-orang pertama yang dapat mencicipi menu baru di Nglathak, Nasi Goreng Kambing.

Komunitas Blogger Jogja
Komunitas Blogger Jogja

Sebenarnya, ini bukan kali pertama saya mencicipi sate khas Yogyakarta tersebut di Nglathak. Beberapa bulan sebelumnya, para bloger yang juga tergabung di Komunitas Blogger Jogja, diundang untuk mencicpi berbagai varian menu yang ada di sana. Hasil dari icip-icip makanan tersebut, sudah ditulis dalam artikel Warung Nglathak; Sate Klatak Enak dan Kekinian di Tengah Kota Jogja.

Ngomong-ngomong, kenapa saya harus mencoba makan Sate Klathak di Nglathak?

Ada dua kelebihan yang ditonjolkan oleh Nglathak dalam hidangan yang disajikannya.

Pertama, daging kambing yang disajikan tidak bau prengus (bau khas kambing). Seperti kita tahu, kadang bau prengus tersebut cukup menganggu bagi orang yang tidak terbiasa dengan daging kambing. Bahkan, ada juga penyuka daging kambing, tetiba menghilang nafsu makannya hanya gegara bau prengus tersebut.

Sebagai informasi, ketiadaan bau prengus tersebut bukan hanya ada pada satenya saja, tapi juga pada varian menu lain seperti gulai misalnya.

Sate Klathak
Sate Klathak

Nglathak sangat berhati-hati sekali dalam mengolah daging kambing. Walau penjagalan tidak langsung dilakukan oleh pemilik Nglathak, tapi proses penjagalannya tentu saja dengan pengawasan.

Kedua, dagingnya empuk. Walau yang diolah bukan kambing muda, tapi Nglathak punya teknik sendiri untuk membuat daging kambing menjadi empuk. Empuk bukan berarti menghilangkan tekstur asli daging kambing. Perlu diketahui, kambing yang diolah adalah kambing betina yang afkir (sudah tidak produktif).

Coba juga Teh Bunga Telah
Coba juga Teh Bunga Telah

Nasi Goreng Kambing

Nasi Goreng Kambing sebenarnya umum ditemui di warung-warung di Yogyakarta. Beberapa warung yang mengkhususkan diri dengan olahan kambing umumnya juga menyediakan Nasi Goreng Kambing khas mereka.

Nglathak mencoba berinovasi dengan varian menunya dengan menambahkan menu baru berupa Nasi Goreng Kambing.

Nasi Goreng Kambing
Nasi Goreng Kambing

Dari tekstur, nasi goreng kambingnya sendiri cukup renyah ketika dikunyah. Rasanya lebih cenderung asin dan gurih. Mas To, selaku pemilik Nglathak mengatakan kalau nasi goreng yang mereka buat, rasanya cenderung seperti makanan Timur Tengah. Kamu yang punya “lidah Jogja”, dipastikan tidak menemui rasa manis dalam bumbu Nasi Goreng Kambing.

Tak hanya dalam Nasi Goreng Kambing Sebenarnya, Sate Klathaknya pun cenderung asin. Itulah kenapa, Nglathak menyediakan menu khusus dengan nama Sate Klathak Manis bagi pecinta kuliner dengan lidah pengagum rasa manis pada olahan daging.

Kelebihan-kelebihan di Sate Klathak yang saya sebutkan di atas, juga diimplemtasikan pada Nasi Goreng Kambing. Yang mana, ketiadaan bau prengus serta dagingnya empuk untuk digigit. Bumbunya pun meresap sampai ke bagian terdalam daging. Dan, paling penting adalah, bumbunya merata pada setiap lapisan daging. Jadi, kamu hampir tidak menemui potongan daging yang sebagian rasanya hambar, atau sebagian lagi rasanya terlalu asin. 😀

Nasi Goreng Kambing
nasi Goreng Kambing sesuai porsi saya, belum termasuk Sate Klathak

Per porsi menu Nasi Goreng Kambing adalah Rp.15.000. Yah, mengeluarkan uang sebesar itu untuk makan bisa dibilang cukup mahal untuk wilayah Yogyakarta. Tapi, pecayalah, harga yang kamu keluarkan, sebanding dengan rasa yang kamu dapatkan dari Nasi Goreng Kambing di Nglathak.

Oh ya, berhubung waktu itu Nasi Goreng Kambing dihidangkan dalam bentuk prasmanan, sejujurnya saya tidak tahu persis berapa banyak nasi yang dihidangkan dalam satu porsi. Hei, biar tidak penasaran soal rasa dan porsinya, kenapa kamu tidak langsung mencobanya saja di Nglathak? 😉

6 thoughts on “Mencicipi Menu Baru di Nglathak: Nasi Goreng Kambing

  1. sebagai penikmat nasi goreng, kayaknya menu nasi gorengnya enak. besok cobain ah, pedes g. bw salam kenal ya

  2. mbacanya membuat saya jadi lapar mas, hehe. alamatnya di mana sih warung nglathak ini? sepertinya harus coba, kebetulan beberapa bulan lagi saya mau ke yogya, hehe, nanti minta tolong teman untuk mengantarkan deh. hoho. terima kasih rekomendasinya.

Tinggalkan Komentar