Kebakaran terjadi lagi di Gunung Merbabu

Baru sekitar dua minggu padam, kebakaran kembali terjadi di Kawasan Hutan Gunung Merbabu. Diperkirakan, hingga kemarin sore, lebih dari 25 hektare kawasan hutan Merbabu dilalap api.

Belum diketahui penyebab pasti kebakaran kali ini. Namun ada dugaan, dikarenakan kebiasaan warga tak bertanggung yang membakar rumput dan meninggalkan begitu saja. Kemudian api membesar dan megakibatkan kebakaran.

Kordinator Perlindungan dan Pengamanan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Kurnia Adi Wirawan (Wawan) kemarin menyatakan, pihaknya bersama tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, sukarelawan, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat sekitar kawasan hutan, sudah berupaya untuk memadamkan api.

Berdasar laporan dan pengamatan, ada beberapa titik kawasan hutan Merbabu yang dilumat si jago merah.

Antara lain di kawasan hutan Merbabu di atas Dukuh Tritis dan Dukuh Kajor, Lencoh Selo, kemudian di kawasan hutan sekitar batu tulis, dekat sabana I, dan kawasan hutan blok pentur sebelah barat pos 2 di atas Dukuh Genting, Tarubatang, dan Dukuh Selowangan, Selo.

Api membakar vegetasi, rerumputan, perdu dan tanaman edelweis. Titik api pertama kali diketahui muncul dari wilayah bukit Krangean di bawah pos Batu Tulis, sekitar 2,5 kilometer di atas Dukuh Kajor dan Dukuh Tritis, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Sabtu (5/9) sekitar pukul 11.00.

Posisi api nampak di lembah, kemudian mengarah ke kawasan Batu Tulis dan sabana I. Titik api lainnya, lalu muncul di kawasan hutan blok pentur sebelah barat pos 2 di atas Dukuh Genting, Tarubatang, dan Dukuh Selowangan, Selo. Api ada di ketinggian di atas 2.000 mdpl yang berjarak sekitar 3 kilometer dari permukiman warga.

”Saat kejadian, ada sejumlah petugas dan pendaki yang sedang melakukan kegiatan bersih gunung. Begitu mengetahui kebakaran, mereka langsung turun dan melakukan pemadaman,” ujar Wawan saat ditemui di posko penanggulangan bencana kebakaran Merbabu di Koramil Selo, kemarin.

Ratusan orang yang tergabung dalam tim gabungan BTNGMb, BPBD, relawan, SAR, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), pendaki, dan masyarakat juga naik ke titik-titik kebakaran untuk memadamkan si jago merah.

Namun upaya pemadaman tidak mudah dilakukan. Lokasi kebakaran yang berada di ketinggian 2.000-an mdpl, menyebabkan api sulit dipadamkan. Selain karena jarak tempuh ke titik api memakan waktu, medan ke lokasi api juga terjal. Belum lagi, debu, asap dan angin di atas terlalu kencang. ”Selain itu, vegetasi di atas sudah kering, sehingga api cepat menyebar,” tambah Wawan.

Padam

Upaya pemadaman dilakukan tim gabungan dengan cara manual. Api dipadamkan dengan menggunakan gepyok. Tim juga membuat sekat dan parit untuk melokasilisasi api agar tidak merembet. Pada Sabtu malam, api di kawasan batu tulis dan dekat sabana I akhirnya berhasil dipadamkan.

Begitu juga api di kawasan hutan blok pentur sebelah barat pos 2 di atas Dukuh Genting, Tarubatang, dan Dukuh Selowangan, Selo, kemarin, sudah berhasil dipadamkan.

Komandan Kodim 0724/- Boyolali, Letkol Inf Topri Daeng Ballaw yang ikut menanggulangi bencana kebakaran menyatakan, hingga kemarin petang, hanya titik api yang ada di kawasan hutan di atas Dukuh Tritis, Desa Lencoh, Selo yang belum berhasil dipadamkan petugas. Pasalnya, titik api ada di tebing, sehingga sulit dipadamkan.

”Titik api tinggal satu, di atas Dukuh Tritis, Selo. Ada di tebing, sehingga belum bisa dipadamkan. Namun api tidak akan merebet karena wilayah sekitarnya sudah terbakar. Tim juga sudah membuat sekat untuk melokalisasi api,” ujar Dandim, kemarin petang. Menurutnya, ada sekitar 200 orang yang dikerahkan untuk penanggulangan kebakaran ini.

Mereka dari unsur TNI, Polri, relawan, MPA, SAR dan masyarakat sekitar. Wondo, salah satu tokoh relawan asal Dukuh Kajor, Desa Lencoh, Selo mengungkapkan, berdasarkan informasi yang ia terima dari para relawan, luas lahan kawasan hutan Merbabu yang sudah terbakar di sejumlah titik, diperkirakan mencapai lebih dari 25 hektare. Api membakar rerumputan, perdu dan edelwies.

[box type=”alert”]Terkait dengan kebakaran, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) menegaskan, sesuai dengan UU no 41 tahun 1999 tentang kehutanan, jika kebakaran dikarenakan faktor manusia semisal ada yang sengaja membakar kawasan hutan, maka akan dipidana paling lama 15 tahun penjara. Bila lalai, dipidana paling lama lima tahun penjara.[/box]

Beruntung saat ini api sudah bisa dikendalikan.

Tinggalkan Komentar