Hammocking & Camping di Pantai Ngitun, Gunungkidul

Saya bukan pecandu pantai. Pantai Gunung Kidul yang jumlahnya ratusan saja bahkan hanya beberapa yang pernah dikunjungi. Bagi saya, sensasi yang ditawarkan pantai hampir sama. Walau dikombinasikan dengan bukit, seperti Kosakora misalnya, pemandangan yang ditampilkan dan perasaan yang didapatkan serupa, hampir tidak ada bedanya.

Namun, tidak ada yang salah sepertinya jika saya menerima ajakan menancapkan tenda di salah satu pantai Gunung Kidul, Pantai Ngitun tujuannya. Selain karena akhir pekan lalu tidak ada acara hiking atau camping, sudah lama juga rasanya saya tidak menyambangi pantai. Terakhir, 7 bulan yang lalu.

Jarak yang ditempuh menuju Pantau Ngitun membutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari Kota Jogjakarta. Jalan yang mulus namun cukup ramai menghiasi sepanjang jalan Wonosari.

Pantai Ngitun memang sedikit jarang terdengar, kalau kurang familiar dan bingung menuju lokasinya, bisa menuju arah Pantai Wedi Ombo terlebih dahulu. Memang, mendaki tujuan, Wedi Ombo dan Ngitun sedikit berbeda jalan. Namun, tidak usah khawatir ada penunjuk jalan yang begitu jelas agar kita tidak musah tersesat menujunya.

Senja di ujung sana
Senja di ujung sana

Beberapa teman merekomendasikan pantai ini dan menjadikan tempat ini tujuan camping karena diklaim begitu sepi. Sayang, pas di lokasi pantai begitu ramenya karena adanya Makrab dari kampus tertentu.

Satu yang saya suka dari Pantai Ngitun adalah tersedianya beberapa pohon yang memudahkan kita untuk memasang hammock. Mau lebih dari satu hammock? Bisa, bahkan bikin hammock bertingkat juga bisa.

Pengii malam, mainan light-painting
Pengii malam, mainan light-painting

Berhubung hari minggu lalu bertepatan dengan acara Canon Photomarathon 2015 dan saya mengikutinya, mau tidak mau, pagi buta sekali harus segera kembali. Jadi, satu momen indah berupa matahari terbit terlewati.

6 thoughts on “Hammocking & Camping di Pantai Ngitun, Gunungkidul

  1. Camping di pantai itu kelihatannya menarik. Pernah nyoba di Pulau Kenawa, Sumbawa tapi itu agak jauh dari pantai 300m-an. Mungkin kalau di Gunung Kidul ini pas malem bisa denger suara ombak berdesir-desir.. mungkin seperti lagi dinyanyiin hahahaha tapi ini suara merdu alam. Subhanallaah banget 🙂

    1. Duh, Kenawa.
      Dikirim itinerary ke sana, Insya Allah september jalan. 😀

      Iyes, desir ombak, lampu mercusuar, bintang, dan lampu nelayan. Syahdu! 🙂

Tinggalkan Komentar