Sindoro & Sumbing

Gunung Sumbing dan Sindoro Tertutup untuk Pendakian

TEMANGGUNG – Gunung Sumbing dan Sindoro (Susi) di Jawa Tengah tertutup untuk pendakian, guna mengantisipasi terjadinya kebakaran. Hingga kini 100 hektare kawasan hutan di jalur pendakian telah kering dan mudah terbakar. Bahkan sebagian kecil terbakar beberapa waktu lalu yang kemudian dilakukan pemadaman.

Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu Utara Cahyono Kamis (23/7/2015) mengatakan penutupan jalur pendakian sudah sejak awal kemarau dan pihaknya telah menyampaikan secara resmi pada pemerintah dan semua posko jalur pendakian. “Kami berharap tidak ada warga yang masuk dan mendaki gunung,” katanya.

Dia mengatakan pertimbangan penutupan jalur adalah memelihara ekosistem di gunung tersebut, sebab jika terjadi kebakaran dapat merusaknya. Selain kebakaran juga membahayakan keselamatan pendaki. Bukannya tidak percaya dengan pendaki, namun penutupan ini demi kelestarian dan keselamatan manusia.

“Kebakaran tidak hanya karena puntung rokok atau sisa perapian, gesekan rumput dan ilalang pun bisa menyulut kebakaran,” katanya.

Dia mengemukakan jalur pendakian ke Gunung Sumbing yang ditutup adalah jalur melalui Resor Pemangku Hutan (RPH) Kemloko, tepatnya melalui Desa Banaran, Kecamatan Tembarak, dan Desa Selopampang, Kecamatan Selopampang. Jalur pendakian ke Gunung Sindoro yang ditutup melalui Kledung dan Bansari.

Sumber: Okezone

Yugo Dedy Purwanto

<p>Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.</p>

Tinggalkan Komentar