Daftar Pantai Pilihan di Jogjakarta untuk Camping

Salah satu pantai yang melekat kuat di pikiran seseorang ketika mendengar kata Jogjakarta adalah Pantai Parangtritis. Pantai yang terletak di Kabupaten Bantul ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan perorangan maupun rombongan di akhir pekan. Selain karena akses jalannya yang mudah, fasilitasnya pun sangat lengkap.

Walau begitu, beberapa orang beranggapan kalau Parangtritis tidak terlalu indah dan nyaman untuk dikunjungi. Apalagi jika berniat untuk bermalam di sana menggunakan tenda. Apa jadinya ketika pagi hari keluar dari tenda bakal mendapati ramainya pengunjung berswafoto (selfie) ria? Alih-alih menikmati udara pagi di pantai, malah suasana seperti pasar yang kamu dapati.

Kalau sudah berniat ingin camping di pantai dengan suasanya yang berbeda, cobalah untuk menuju Kabupaten Gunungkidul. Saya punya beberapa rekomendasi pantai yang nyaman untuk dikunjungi. 😉

Pok Tunggal

Dua tahun yang lalu, setiap kali saya mencari pantai untuk camping, Pantai Pok Tunggal selalu menjadi rekomendasi. Dengan ciri khas pohon jomblonya, serta bibir pantainya dengan hamparan pasir yang luas, pantaslah pantai ini jadi tujuan utama para traveler untuk beach-camping.

Sunset di Pantai Pok Tunggal
Sunset di Pantai Pok Tunggal

Ketika terakhir ke sana, sekitar tahun 2015, kondisi jalannya masih belum begitu bagus. Hanya terdiri dari bongkahan batu kapur yang sangat menyulitkan untuk dilewati apalagi ketika hujan turun. Jaraknya pun cukup panjang. Jadi, perlu ekstra hati-hati untuk melaluinya. Kini, menurut info yang beredar, jalan tersebut sudah nyaman untuk dilalui karena pondasinya yang berupa aspal.

Tidak usah khawatir bagi kalian yang tidak terbiasa camping dengan segudang peralatannya. Karena merupakan salah satu pantai tujuan untuk beach-camping, maka ada banyak warga yang menyediakan jasa penyewaan tenda dan peralatan camping lainnya. Berita buruknya, harganya jauh berkali lipat lebih mahal dengan harga sewa reguler.

Watu Kodok

Salah satu pantai favorit saya. Walaupun bukan pantai perawan, namun cukup sepi untuk menikmati suasana sendiri.

Hampir di sepanjang bibir pantai tersedia gazeoba umum yang dapat digunakan untuk bersantai, bahkan untuk tidur. Beberapa kali saya bermalam di gazebo karena cuaca tidak memungkinkan diri untuk memasang tenda.

Oh ya, jika berkunjung ke Watu Kodok, sempatkan mampir ke Warung Bu Saliem. Beliau salah satu pemilik warung yang siap kapan saja menyediakan kebutuhan pengunjung, mulai makan sampai dengan kebutuhan akan kayu bakar untuk api unggun.

Baca tulisan lain tentang Pantai Watu Kodok.

Pantai Sanglen

Berjalan sedikit ke arah barat dari Pantai Watu Kodok melewati bukit dan menyusuri perkebunan warga. Kamu akan menemui sebuah pantai yang masih perawan dengan nama Sanglen. Saking sepinya pantai ini, kamu berasa camping di pantai pribadi. Sesekali, kamu hanya menemui satu atau durang orang pemancing di pagi hari.

Pantai Sanglen
Pantai Sanglen

Sayangnya, di sepanjang bibir pantai yang luas, bakal kamu temui sampah-sampah plastik yang terbawa hanyut oleh ombak. Memberikan kesan kotor. Wajar saja, karena pantai ini belum dikelola sepenuhnya oleh warga maupun pemerintah setempat.

Baca ulasan saya tentang Pantai Sanglen pada tulisan ini.

Pantai Ngitun

Sering juga disebut sebagai Pantai Ngetun, terletak di Tepus, Gunungkidul. Merupakan salah satu pantai dengan fasilitas yang cukup lengkap, mulai dari warung sampai dengan MCK. Bibir pantainya sendiri tidak terlalu luas. Diapit oleh dua bukit yang dapat didaki. Salah satu bukitnya bernama Watun Gendong. Cocok untuk menikmati suasana sore sembari menunggu sunset.

Berita baiknya, ada beberapa pohon di Pantai Ngitun yang dapat digunakan untuk memasang hammock, seperti apa yang saya ceritakan pada tulisan ini.

Drini

Sedikit berbeda dengan Pantai Sanglen yang sepi, Pantai Drini cukup ramai dikunjungi oleh perorangan atau rombongan. Hal menarik yang dapat ditemukan di pantai ini adalah mercusuar yang terletak di pulau kecil tak jauh dari bibir pantai. Pun begitu, kamu harus menunggu air laut surut untuk mencapai pulau tersebut.

Selain itu, ada beberapa fasilitas lain seperti Kano yang dapat disewa oleh pengunjung, jaring kecil untuk menangkap ikan, dan beberapa peralatan renang. Nah, khusus kursi di bawah ini tidak untuk umum ya, saya bawa sendiri dari rumah. 😀

Pantai Drini
Pantai Drini

Watu Bolong

Belum beranjak dari Pantai Drini, berjalanlah menuju timur sampai menemui tebing pembatas pantai. Di tebing ini, terdapat sebuah tangga kecil untuk menaiki tebing tersebut menuju pantai lainnya, ialah Pantai Watu Bolong.

Pantai Watu Bolong cukup kontras jika dibandingkan dengan Drini. Selain karena fasilitasnya tidak tersedia, akses jalannya pun dirasa cukup sulit untuk liburan keluarga. Harus trekking terlebih dahulu untuk sampai ke tujuan. Walapun begitu, jika kamu camping di sana, selalu ada petugas yang berkeliling untuk meminta retribusi.

Sebagai informasi tambahan, jika kamu berjalan lebih jauh lagi ke arah timur, maka akan mendapati pantai lain yang tak kalah bagus, Pantai Ngrumput namanya. Tak jauh dari Pantai Ngrumput ini, sedikit naik ke dataran tinggi, maka akan kamu dapat sebuh bukit dengan nama Kosakora.

Bukit Kosakora
Bukit Kosakora

Baca juga pengalaman saya camping di Pantai Watu Bolong.

Nguyahan

Tidak seindah beberapa pantai yang saya sebutkan di atas. Karakteristiknya cukup mirip dengan Pantai Ngitun maupun Watu Kodok. Terdapat banyak batu karang di sekitaran pasir bibir pantai. Cukup ramai juga dikunjungi ketika libur akhir pekan.

Pantai Nguyahan saya masukkan ke dalam daftar karena pantai ini sangat memorable, pantai yang pertama saya kunjungi untuk camping di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca selengkapnya cerita saya camping di Pantai Nguyahan.

Pantai Siung

Lokasinya lebih jauh dibanding dengan pantai lainnya yang ada di Gunungkidul, menjadi salah satu pantai yang berbatasan dengan beberapa pantai di Pacitan. Butuh tiga jam perjalanan dari kota Yogyakarta menuju pantai ini.

Pantai Siung
Suasana Pantai Siung di musim liburan

Ada dua spot yang bisa digunakan untuk camping, pertama di bibir pantai itu sendiri, kedua di bukit bagian timur Pantai Siung. Bukitnya cukup tinggi, butuh waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai ke puncaknya. Jalannya tidak terlalu susah, beberapa ruas sudah tersedia tangga berupa semen dan pagar sebagai pegangan. Perlu hati-hati ya dalam mendakinya, mengingat bagian selatan merupakan jurang dengan alas berupa bebatuan karang.

Pantai Siung
Sunset cantik di Pantai Siung

Selain bukit, di area pantai juga terdapat sebuah air terjun, Banyu Tibo namanya. Arah lokasinya sama persis dengan bukit sekitar Pantai Siung.

***

Beberapa pantai di atas saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi camping di sana. Daftar bisa saja bertambah seiring seringnya saya berkunjung dan camping di pantai lainnya di daerah Gunung Kidul.

Kamu, pernah camping di mana saja? Ada rekomendasi lain? 😉

Yugo Dedy Purwanto

<p>Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala.</p>

2 Comments

  1. Yah, dari yg km sebutin aku baru ngecamp di Sanglen sm Nguyahan kak. Syedih… 🙁

    1. Kesian kali Kak. Padahal di DIY ada 70 pantai lagi yang harus dicoba. 😀

Tinggalkan Komentar