Bale Bebek

Mencicipi Olahan Bebek Berbagai Rasa di Bale Bebek (Roemah Boemboe)

Sekitar tahun 2016 pertengahan, saya selalu dibuat penasaran setiap kali pulang berwisata dari Gunungkidul. Di sepanjang jalur bukit Bintang menuju jalan Wonosari, selalu mendapati spanduk mencolok dengan slogan “Bebek 9 rasa” dari Roemah Boemboe. Ini menarik pikir saya. Jarang sekali restoran yang menyediakan olahan bebek dengan taburan bumbu yang kuat, tak sekadar digoreng atau dibakar seperti pada restoran umumnya.

Kelelahan dan ketidaksepakatan oleh teman seperjalanan wisata membuat saya beberapa kali gagal untuk menyambangi Roemah Boemboe. Walau pada akhirnya, di waktu tertentu, kesampaian juga singgah untuk sekadar mengobati rasa penasaran. Sepanjang 2016 sampai sekarang, saya hanya dua kali menyambangi Roemah Boemboe.

“Riset di Jogjakarta, rata-rata dua buah warung bertambah setiap minggunya. Jenisnya pun beragam. Tapi belum banyak warung yang khusus mengolah aneka masakan bebek. Ini meripakan peluang untuk Bale Ayu, khususnya Bale Bebek,” Ucap Pak Yudhiono – Direktur Operasional Bale Ayu Group.

Menu pertama yang dipesan kali pertama ke Roemah Boemboe adalah Bebek Bakar Madu. Impresi yang saya dapatkan cukup menarik, dengan olahan yang unik, bumbunya begitu kuat di lidah, sampai-sampai serasa pertama kali mencicipi olahan bebek.


Awal Oktober 2017, Bale Ayu Group yang merupakan induk dari Bale Ayu Resto dan Bale Bebek mengadakan grand relaunching jenama (brand) baru. Pada dasarnya, jenama tersebut bisa dibilang tidak baru-baru amat. Jenama baru tersebut bernama Bale Bebek yang diluncurkan ulang dari yang sebelumnya bernama Roemah Boemboe.

Peluncuran jenama baru ini bukan hanya mengganti nama, tapi juga mengubah konsep yang sebelumnya menjual berbagai olahan bebek, iga, ayam, dan ikan dengan bumbu yang variatif, kini menjadi restoran yang fokus mengolah bebek dengan berbagai bumbu khas Bale Bebek.

Imbas dari perubahan jenama Bale Bebek juga membuat beberapa menu yang sebelumnya berjumlah lima belas, kini hanya menjadi sembilan. Pemangkasan jumlah ini didasarkan pada menu yang sering dipilih oleh pelanggan dan bertujuan untuk menghilangkan kebingungan ketika memilih menu.

Adapun daftar menu di Bale Bebek adalah sebagai berikut.

  1. Bebek Pedas Spesial,
  2. Bebek Sambal Terasi,
  3. Bebek Bakar Madu,
  4. Bebek Masak Woku,
  5. Bebek Rica-rica,
  6. Bebek Bakar Kecap,
  7. Bebek Bakar Pedas,
  8. Bebek Barbeque, dan
  9. Bebek Goreng.

Sesi Berbagi oleh Direktur Operasional dan Chef Eksekutif

Sebelum acara inti dimulai, Pak Yudhiono selaku Direktur Operasional Bale Ayu Group bercerita banyak soal awal mula berdirinya Bale Ayu Resto, dan Bale Bebek khususnya.

Tak hanya Pak Yudhiono, hadir juga Pak Willis selaku Chef Eksekutif Bale Ayu Group.

Pak Yudhiono
Pak Yudhiono menceritakan sejarah Bale Ayu Group

Di sesi Pak Willis, beliau lebih banyak menceritakan pengalaman berkecimpung di dunia kuliner. Hampir semua kota di Indonesia beliau sambangi, berbagai ilmu dari guru beliau kuasai, yang akhirnya, sekarang mengimplementasikan pengalamannya di Bale Ayu Group.

“Masakan favorit saya adalah tumis-tumisan dengan bumbu modern.” Chef Willis – Chef Eksekutif.

 

Apa Alasan Perubahan Jenama Roemah Boemboe menjadi Bale Bebek?

Roemah Boemboe sendiri sudah berdiri sejak tahun 2015. Ada dua alasan yang membuat Bale Ayu Group pada akhirnya mengubahnya menjadi Bale Bebek.

Pertama, sesuai dengan permintaan pelanggan untuk mengubah namanya agar lebih informatif. Jika dibaca sekilas Roemah Boemboe yang menggunakan Ejaan Bajasa Indonesia (EBI) lama, seringkali pelanggan keliru menyebutnya menjadi Roemah Bamboe (Rumah Bambu).

Yang cukup parah, beberapa pelanggan malah menganggap Roemah Boemboe menjual bumbu mentah untuk diolah.

Logo Bale Bebek
Logo Bale Bebek

Kedua, penyeragaman dengan logo jenama lain. Seperti kita lihat pada gambar di bawah, terdapat logo Bale Bebek yang menggunakan huruf E yang bermakna Experince. Penyematan kata Bale juga memantabkan diri Bale Bebek sebagai bagian dari Bale Ayu Group.

Proses Pengolahan

Masakan bebek identik dengan teksturnya yang alot (keras). Beberapa di antara kita bisa jadi sudah trauma makan bebek karena sulitnya memisahkan serat dagingnya. Bale Bebek menyadari ini. Selain menyediakan bebek dengan berbagai rasa, Bale Bebek juga berupaya untuk menyajikan bebek dengan rasa yang empuk.

Bale Ayu Group mempunyai sebuah dapur sentral. Di dapur inilah berbagai bahan mentah dan bumbu diolah, termasuk untuk Bale Bebek.

Di dapur sentral, bebek terlebih dahulu dipresto untuk mendapatkan tekstur yang lebih lembut. Kemudian, didistribusikan ke Bale Bebek yang ada di Jogjakarta. Di Bale Bebek, bebek setengah matang tersebut diolah kembali menjadi masakan siap saji sesuai dengan pesanan pelanggan.

Tak hanya diolah dengan baik, Bale Bebek juga meyakinkan proses pengolahannya tidak memakan waktu yang lama. Mulai dari pemesanan sampai siap dihidangkan, rata-rata butuh waktu hanya lima belas menit atau kurang.

Cita Rasa dan Personal Taste

Dalam kegiatan grand relaunching Bale bebek, saya berkesempatan untuk mencicipi menu Bebek Pedas Spesial.

Ekspektasi saya cukup tinggi waktu itu, dengan rasa pedas yang membara dan membakar lidah. Namun, digigitan pertama, rasa pedasnya masih kalah dengan dominasi rasa manis sausnya. Hampir disetiap gigitan sampai berakhirnya kunyahan, saya merasakan hal yang sama, tidak terlalu pedas. Asumsi saya, ini menyesuaikan dengan lidah orang Jogjakarta yang pada dasarnya suka dengan masakan manis.

Bebek Pedas Spesial
Bebek Pedas Spesial

Walau diklaim cukup empuk, teskturnya masih keras dan masih kesusahan untuk memisahkan serat dagingnya. Untuk menikmati bebeknya, saya masih butuh dua tangan untuk memisahkan daging dengan tulangnya.

Ngomong-ngomong, jika kalian bertanya menu mana yang paling enak dari tiga menu yang pernah saya cicipi? Maka akan saya jawab, “Saya suka menu yang ada bebeknya, bumbunya bebas apa saja.” 😀

Apa Saja yang Ditawarkan Bale Bebek?

Olahan bebek tentu saja. Tapi tak hanya itu. Di atas, saya sudah sebutkan kalau beberapa menu dipangkas, namun menu seperti aneka olahan sayur, iga, ayam, dan ikan, masih tersedia di Bale Bebek.

Di luar masakan, kita juga mendapati venue yang luas yang dapat menampung puluhan pelanggan. Tersedia juga spot swafoto bagi remaja kekinian yang doyan nampang di media sosial sembari makan.


Terakhir, jika kamu berkesempatan untuk berwisata di Jogjakarta, sempatkan beberapa waktu untuk mencicipi beberapa bebek dengan olahan berbagai bumbu. Kali, kamu merasa bosan dengan olahan bebek yang itu-itu saja. Atau, buat kamu yang merasa harus mencoba olahan lain yang bukan sekadar rasa asin dari bebek goreng. 😉

Yugo Dedy Purwanto

<p>Web Programmer and traveler. Penulis blog pribadi dalam hal berbagi pengalaman menjelajahi seluk beluk Nusantara.</p>
<p>Hobi foto dan jalan-jalan.</p>

3 Comments

  1. MasyaAllah, bebek pedas spesialnya. Pas banget baca dan liat fotonya di jam makan siang. Ayoyo, nak iciplaaah.

  2. aku lagi cari rekomendasi makan bebek yang enak haha, semoga ini membantu :D, kdg tuh ya kalo di Jogja sepedes-pedesnya pasti dikasih manis wkwkw kalo lidah orang jawa timur jadi gak pedes lagi haha

    1. Jujur, kalo di Jogja pasti dibuat agak manis. Ingo dari chefnya sendiri untuk menyesuaikan lidah Jogja.

      Btw, favoritku tetepan bebek Sinjay. Hahaha

Tinggalkan Komentar